“Besok lusa kamu akan paham, Selena. Dunia ini terkadang tidak terlihat hitam putih seperti yang kita inginkan. Dan dalam ambisi kekuasaan, intrik, pertempuran, kita boleh jadi tertipu oleh warna asli sesuatu. Bahkan warna diri sendiri sekalipun bisa menipu. Gelap mata. Gelap hati.” “Aku tidak tahu perjalanan apa yang menunggumu di depan sana. Boleh jadi perjalanan yang menyakitkan. Pe…
Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya. Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghil…
Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya. Kemudian, satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu. Dan hatimu takkan memberikan pilihan apa pun kecuali jatuh cinta, biarpun logika terus berkata bahwa risiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa.
Mardio dikisahkan sebagai perobek tiket bioskop yang menggoda Melatie dengan menawarkan menonton gratis (karena perempuan itu tergila-gila dengan film). Ada yang menggelitik ketika Darah dan Doa menjadi tontonan pada kencan pertama mereka karena seakan-akan Mardio diibaratkan adalah antitesis dari Kapten Sudarto yang terlibat cinta dengan dua gadis padahal telah beristri. Lucunya, Melatie ju…
Di satu sore, seorang perempuan bangkit dari kuburannya setelah dua puluh satu tahun kematian. Kebangkitannya menguak kutukan dan tragedi keluarga, yang terentang sejak akhir masa kolonial perpaduan antara epik keluarga yang dibalut roman, kisah hantu, kekejaman politik, mitologi, dan petualangan. Dari kekasih yang lenyap ditelan kabut hingga seorang ibu yang menginginkan bayi buruk rupa.
Raib, Seli, dan Ali masuk ke aula sekolah. Di tempat itu, mereka di hadang oleh Tamus dan anak buahnya. Namun, mereka berhasil lolos dari Tamus karena bantuan dari guru mereka yaitu Miss Selena.
Raib, Seli, Ali, dan Ily mengikuti kompetisi dengan mengunggangi Harimau putih dari pegunungaan salju, Hadiah dari Mala tara tana II. Di tengah lapangan istana ilios, saat petir menghantam api unggun, sembilan kontingen lain berderap meninggalkaan lapangan istana besama hewan yang di tungganginya menerobos gerbang-gerbang yang ada. Raib dan rombongan menuju utara, mengikuti arahan Ily. Petualan…
Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahaia besar.Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku bisa mengeluarkan petir daritelapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang rakasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak …