BOOKS
Lupa Endonesa
Diangkat dari kumpulan pedalangan Sujiwo Tejo di Jawa Pos, buku Lupa Endonesa ini mengisahkan kekisruhan negeri Endonesa yang dibahasakan dalam pewayangan. Gaya bahasa yang bebas, tak berpedoman, dan kebanyakan nglindur, menjadikan buku ini sebagai bacaan ringan yang lucu tapi sarat makna. Banyak hal menarik yang dapat Anda temukan di buku ini, diantaranya:rnrn> Ibu tidak hanya diaku karena melahirkan tetapi juga merawat dan membesarkan. Tari Pendet memang dilahirkan oleh Ibu Pertiwi, tapi apakah kita sudah merawat dan membesarkan tari Pendet?rnrn>Kemanusiaan tidak bergantung pada wujud. Tetapi pada esensi. Kalau kera lebih punya sifat manusiawi, maka bagaimana dengan manusia itu sendiri?rnrn>Kalau para pejabat kita lebih lucu daripada ponokawan, Asmuni, dan warkop DKI, masa depan nasib pelawak bisa terancam.rnrn>Sportif itu mengaku kalah dan mengakui kemenangan pihak lain. Legowo itu mengaku kalah, tapi tidak mengakui kemenangan pihak lain. Kalau sampai menyewa demonstran, tidak mau kalah?rnrn>Mendengar bekisar dan burung perkutut berkicau lebih bagus ketimbang nonton orang-orang partai nggedebus (berbicara panjang lebar) di televisi soal angket Bank Century, BBM dan lain-lain.rnrn>Tiap kita masih percaya pada kebaikan dan kejujuran tapi apakah kebaikan dan kejujuran saat ini dijadikan jalan untuk mencapai cita-cita?rnrnMasih banyak hal menarik yang disampaikan buku ini. Penasaran bagaimana Sujiwo Tejo menuangkan pikirannya yang menohok, nyeleneh tapi menyentil kebenaran ini dengan mengkombinasikan dunia modern - dunia wayang, bahasa Jawa - bahasa Indonesia? Yuk, segera pinjam Lupa Endonesa, pelan-pelan Anda juga bisa mengerti silsilah wayang dan diingatkan kembali bahwa Anda adalah bagian dari bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur.(Reviewer : Tirta Kristina ??Medical Affairs)
No copy data
No other version available