Buku novel Ceros dan Batozar merupakkan buku spin-off sebelum memasuki konflik utama. Buku ini masih menceritakan kisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib dapat menghilang (dari klan bulan), Seli dapat mengeluarkan petir (dari klan matahari), Ali dapat berubah menjadi beruang (dari klan bumi/klan aldebaran). Kisah tentang persahabatan Yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian dan…
Cerita ini dimulai dari obsesi seorang ibu untuk menamakan anak laki-lakinya dengan Enrico Caruso. Enrico merupakan penyanyi Italia yang mencintai ibunya hingga akhir hayat. Akan tetapi, betapa kecewanya Syrnie Masmirah saat menyadari bayi laki-lakinya tak segagah Enrico. Bayi mungil itu lahir bersamaan dengan meletusnya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) 15 Februari 1958. Aya…
Cannery Row adalah cerita yang berusaha menangkap suasana dan momen dari penduduk Monterey, California. Novel ini tak memiliki cerita yang koheren dari awal hingga akhir, atau bisa dikatakan tidak memiliki plot. Steinbeck mengisi novelnya dengan karakter yang beragam dan banyak dari mereka tidak begitu berpengaruh pada plot utama, tetapi, dari karakter-karakter tersebut Steinbeck menggambarkan …
Jatuh cinta adalah salah satu anugerah terbaik. Cinta memberi kita kesempatan untuk memahami banyak hal. Cinta juga menjadikan kita lebih dewasa, lebih berani, dan bertanggung jawab. Cinta pula yang menjadikan manusia sebagai manusia.
“Besok lusa kamu akan paham, Selena. Dunia ini terkadang tidak terlihat hitam putih seperti yang kita inginkan. Dan dalam ambisi kekuasaan, intrik, pertempuran, kita boleh jadi tertipu oleh warna asli sesuatu. Bahkan warna diri sendiri sekalipun bisa menipu. Gelap mata. Gelap hati.” “Aku tidak tahu perjalanan apa yang menunggumu di depan sana. Boleh jadi perjalanan yang menyakitkan. Pe…
Eric Weiner melakukan perjalanan keliling ke beberapa tempat di dunia untuk mencari tahu hubungan antara lingkungan kita dan ide-ide inovatif. |a menjelajahi sejarah kota-kota seperti Wina, Florence, Athena, Hangzhou, dan tentu saja Silicon Valley. Masih dengan gayanya yang nakal, cerdas, dan humoris, Weiner menapaktilasi jalanan yang pernah dilalui Socrates, Michaelangelo, dan Leonardo da V…