BOOKS
Peperangan kerajaan di Nusantara: penelusuran kepustakaan sejarah
Buku ini menceritakan kerajaan-kerajaan di nusantara dalam mempertahankan kekuasaannya dengan melawan penjajah dari Eropa. Belanda pada mulanya datang ke kepulauan nusantara untuk berdagang terutama komoditi rempah-rempah yang sangat diperlukan di Eropa. Untuk kepentingan perdagangan tersebut dan agar tidak timbul persaingan yang tidak sehat serta menghadapi sesama pedagang dari negara Eropa lain (misal Portugis, Inggris), Belanda mendirikan persekutuan dagang yang disebut VOC (Verenigde Oostindische Companie). Heeren Zeventin (pengurus VOC berjumlah 17 orang) semula berpendapat tidak perlu mengadakan peperangan untuk menaklukan daerah di mana VOC berdagang, (karena hanya akan menambah biaya dan juga pasti akan menimbulkan korban baik harta mau pun nyawa). Tetapi persoalannya menjadi lain ketika perang tersebut dirasa menguntungkan. Hal ini kemudian mengubah VOC dari pedagang penjelajah menjadi penakluk daerah di mana mereka hendak mengambil keuntungan. VOC ikut campur urusan intern kerajaan-kerajaan tersebut (biasanya ada salah satu pihak yang minta bantuannya, misal di kerajaan Banten ketika terjadi perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Pangeran Haji. Pangeran Haji meminta bantuan Belanda, tentu saja Belanda bersedia asal ada imbalannya. Hal ini terjadi juga di kerajaan-kerajaan yang lain seperti Mataram yang akhirnya terpecah menjadi empat bagian).
No copy data
No other version available